Bima, Akurasinewsntb.com– Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima, NTB, pada Kamis (12/2/2026) memicu banjir di sejumlah titik. Musibah ini mengakibatkan seorang warga Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Faturrahman, mengonfirmasi identitas korban bernama Weli. Korban diduga terseret arus saat mencoba melintasi sungai di desa setempat sekitar pukul 12.30 WITA. Hingga saat ini korban belum ditemukan, dan tim gabungan dijadwalkan melanjutkan pencarian secara maksimal pada Jumat pagi (13/2/2026).
Sebaran Titik Bencana Lainnya
Selain laporan orang hilang, BPBD mencatat beberapa titik bencana yang terjadi di waktu yang hampir bersamaan:
• Tanah Longsor di Desa Samili Kecamatan Woha: Terjadi di RT 16 Dusun Kalate sekitar pukul 14.20 WITA. Musibah ini dipicu oleh air hujan yang meresap ke dalam tanah yang kurang padat dan berbatu.
• Luapan Air di Desa Punti Kecamatan Soromandi: Banjir dari area pegunungan meluap ke jalan raya akibat drainase yang tersumbat sampah. Akibatnya, akses jalan lintas Sarita-Wadukopa tergenang air setinggi 10–50 cm sepanjang 255 meter.
• Banjir Pemukiman di Desa Simpasai Kecamatan Lambu: Derasnya air dari gunung membuat sungai dan drainase tidak mampu menampung debit air. Sebanyak 28 Kepala Keluarga (89 jiwa) dilaporkan terdampak luapan air yang masuk ke area pemukiman.
• Kemacetan di Desa Sumi Kecamatan Lambu: Aliran air dari gunung juga menutupi jalan raya di desa ini, yang sempat menyebabkan kemacetan total karena kendaraan tidak bisa melintas.
Faturrahman menjelaskan bahwa saat ini banjir mulai berangsur surut dan kendaraan sudah mulai bisa melaju perlahan. Pihak BPBD masih terus melakukan pendataan terkait kerusakan lahan pertanian serta infrastruktur umum yang terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Bima. (red)

.jpeg)
















Komentar