Dukung Swasembada Pangan, Bulog Bima Siap Serap 56 Ribu Ton Jagung Petani

Ekonomi48 Dilihat
banner 468x60

Bima, Akurasinewsntb.com – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bima berkomitmen penuh menyerap hasil panen jagung petani di wilayah Bima dan Dompu sepanjang tahun 2026. Target penyerapan tahun ini dipatok sebanyak 56.000 ton jagung pipil kering, meningkat drastis dibandingkan kuota tahun lalu yang hanya sebesar 21.840 ton.

Bulog menetapkan harga pembelian yang bervariasi, sangat bergantung pada kualitas kadar air dan standar pengemasan. Berikut rinciannya:

banner 336x280

Harga Rp 6.400/kg (Tertinggi): Jagung dikemas dalam karung 70 kg, kadar air maksimal 14%, dan kandungan aflatoksin maksimal 500 PPB.

Harga Rp 6.250/kg: Jagung dengan kemasan baru 50 kg, kadar air maksimal 14%, dan aflatoksin maksimal 500 PPB.

Harga Rp 5.500/kg: Jagung dalam kemasan baru 50 kg, kadar air antara 18% hingga 20%, dan aflatoksin maksimal 500 PPB.

Kepala Bulog Cabang Bima, Alfan Ghazali, menjelaskan bahwa target 56 ribu ton tersebut disesuaikan dengan kapasitas gudang yang tersedia saat ini. Meski kuota meningkat, ia mengakui jumlah tersebut belum mampu mencakup seluruh total produksi jagung di wilayah Bima dan Dompu yang sangat melimpah.

“Target kami sebesar 56 ribu ton tahun 2026 ini sesuai dengan kemampuan gudang. Kami berkomitmen menyerap hasil petani lokal guna memperkuat cadangan pangan nasional sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah,” ujar Alfan, Sabtu (11/4/2026).

Untuk menjaga keaslian asal komoditas, Bulog menerapkan syarat administrasi yang ketat. Petani atau penyetor wajib melampirkan surat rekomendasi atau surat jalan dari Bhabinkamtibmas setempat dan
dokumen pendukung lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan jagung benar-benar berasal dari desa di wilayah kerja Bulog Bima.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian harga bagi petani di tingkat bawah dan menjaga stabilitas stok pangan nasional secara berkelanjutan. (red)

banner 336x280

Komentar