Bima, Akurasinewsntb.com- SDN Inpres Sanolo melaksanakan rapat bersama dengan para wali murid kelas satu, Kamis (14/8/2025). Terkait pendataan dapodik siswa baru tahun pelajaran 2025/2026.
Rapat tersebut dihadiri langsung Korwil Pendidikan Kecamatan Bolo, Ismail SPd yang berlangsung di aula sekolah setempat.
Dalam rapat yang dipandu notulen Muhammad SPd guru setempat ini membahas jumlah siswa baru kelas yang mencapai 40 orang. Dari jumlah tersebut pihak sekolah mengusulkan sistem kelas paralel yakni kelas 1 A dan 1 B.
Kepala SDN Inpres Sanolo, Rusli SPd SD berterima kasih kepada para wali murid yang telah hadir memenuhi undangan. Beliau juga memaparkan hasil koordinasi dengan Kepala Dikbudpora Kabupaten Bima terkait kelas paralel tersebut. Hasilnya, beliau menyetujui pengusulan kelass paralel.
“Kadis Dikbudpora bersama Kabid Dikdas akan segera bersurat ke pusat menyampaikan kondisi sekolah ini dengan jumlah siswa cukup banyak,” ungkapnya.
Korwil Pendidikan Kecamatan Bolo, Ismail SPd menegaskan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Dikbudpora Kabupaten Bima terkait permasalahan ini. Beliau juga menyatakan siap membantu sekolah dan wali murid untuk mempertahankan seluruh siswa yang sudah terdaftar.
“Sekolah wajib menerima siswa baru berapapun jumlahnya. Kami berharap wali murid menjaga kebersamaan dan terus berkoordinasi dengan sekolah demi keberhasilan pendidikan anak,” pintanya.
Perwakilan wali murid, Ibu Arabiah SPdi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Sanolo berharap agar seluruh siswa kelas 1 tetap tercover tanpa terkecuali dalam pendataan Dapodik. Ia juga mengajak untuk bersama-sama menjaga dan menata lingkungan sekolah demi kenyamanan proses belajar.
Rapat yang berlangsung hangat ini menghasilkan kesepakatan untuk mempertahankan seluruh siswa kelas 1 tetap bersekolah di SD Negeri Inpres Sanolo. Serta menyiapkan langkah administrasi untuk pengusulan kelas paralel.
Ruslin berharap dengan adanya keputusan ini, proses pembelajaran tahun ajaran 2025/2026 dapat berjalan lebih optimal, baik bagi siswa maupun guru, serta menjaga kualitas pendidikan di SD Negeri Inpres Sanolo. (red)

.jpeg)

















Komentar