Kas Pemkab Bima Ketiban Tambahan Dana Rp277 Miliar, Dialokasikan untuk PPPK hingga ADD

Pemerintah122 Dilihat
banner 468x60

Bima, Akurasinewsntb.com- Kabar segar menghampiri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima. Pada bulan Agustus 2026 ini, kas daerah dipastikan mendapat alokasi kucuran Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp277 Miliar.

Adapun rincian dari total dana tersebut terdiri atas Rp202 Miliar Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan dan Rp75 Miliar dari Kurang Bayar Dana Bagi Hasil (KB-DBH).

banner 336x280

Bupati Bima, Ady Mahyudi, mengungkapkan bahwa masuknya anggaran skala besar ini memegang peranan krusial dalam menopang efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Masuknya dana ini memiliki arti penting bagi Pemkab Bima dalam memenuhi alokasi belanja daerah yang tertuang dalam APBD 2026.

“Anggaran ini akan kita manfaatkan untuk merealisasikan belanja prioritas yang sebelumnya tertunda lantaran target pendapatan daerah dari sektor lain belum terealisasi, salah satunya pendapatan perusahaan tambang di NTB,” jelas Ady Mahyudi, Minggu (09/08/2026).

Pemkab Bima telah memetakan beberapa sektor vital yang menjadi sasaran utama penyaluran dana tambahan tersebut, di antaranya:

• Peningkatan Kesejahteraan ASN & PPPK: Digunakan untuk memenuhi belanja jasa Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya tenaga PPPK Reguler dan PPPK-PW, guna memacu kinerja, profesionalisme, serta disiplin pegawai.

• Penguatan Pembangunan Desa (ADD): Menjawab kebutuhan mandatory spending sebesar 10% untuk Alokasi Dana Desa (ADD). Penambahan ini diharapkan dapat mengakselerasi program-program prioritas pembangunan di tingkat desa secara signifikan.

Sektor Kesehatan & Program UHC: Mengcover penambahan iuran BPJS Kesehatan masyarakat dalam rangka menyukseskan Universal Health Coverage (UHC).

Bupati Bima menambahi, pembenahan sektor kesehatan akan difokuskan secara menyeluruh—mulai dari promosi kesehatan, imunisasi, skreening penyakit, hingga layanan pengobatan kuratif dan rehabilitatif.

Langkah masif ini ditargetkan mampu menekan angka kesakitan, mengendalikan laju penyakit sejak dini, serta secara mendesak menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA) di Kabupaten Bima. (red)

banner 336x280

Komentar