Pemerintah Pusat Kucurkan Rp50 Miliar, 13 Kampung Nelayan Merah Putih di Bima Mulai Dibangun

Berita13 Dilihat
banner 468x60

Bima, Akurasinewsntb.com – Sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Bima mendapat dorongan besar dari pemerintah pusat. Sebanyak 13 lokasi dari 16 desa pesisir yang diusulkan Pemkab Bima resmi disetujui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk dibangun menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Dari belasan lokasi tersebut, Desa Rompo di Kecamatan Langgudu ditunjuk sebagai pusat utama (hub) program. Program strategis ini dirancang untuk memperkuat rantai usaha perikanan dari hulu ke hilir, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

banner 336x280

“Hadirnya infrastruktur pendukung yang terintegrasi ini ditujukan untuk menggerakkan perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima, Tajuddin, S.H., M.Si., Jumat (18/9).

Kepastian program nasional ini tidak lepas dari komitmen Pemkab Bima. Bupati Bima, Ady Mahyudi, memaparkan langsung potensi kelautan daerah di hadapan Menteri KP dan para Direktur Jenderal sejak Februari 2026. Langkah tersebut ditindaklanjuti dengan penyerahan dokumen kelengkapan lahan yang melibatkan tim lintas sektor dan BPN Kabupaten Bima, hingga KKP menurunkan tim survei kelayakan dan topografi.

Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui sosialisasi masyarakat pada awal Agustus 2026, disusul pembangunan infrastruktur dasar tahap pertama pada awal September 2026. Pekerjaan fisik ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 di bawah pengawasan KKP dan DKP Kabupaten Bima.

Tahap berikutnya meliputi pengadaan armada kapal, alat tangkap, serta perlengkapan nelayan dengan total nilai investasi menembus lebih dari Rp50 miliar. Jumlah ini belum termasuk pembiayaan untuk tiga desa lain—Desa Piong, Sangia, dan Lambu—yang masih menunggu penetapan susulan.

Bupati Bima Ady Mahyudi berharap proyek besar ini memberikan dampak langsung bagi warga sekitar. Selain memperkuat sarana penangkapan ikan, pelaksanaan proyek di lapangan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal serta penggunaan bahan material dari wilayah setempat. (red)

banner 336x280

Komentar