Lombok Barat, Akurasinewsntb.com– Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian produktif di tengah masifnya pembangunan pemukiman. Hal ini disampaikan Wagub saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Dusun Batu Samban, Desa Lembar Selatan, Lombok Barat, Kamis (08/01/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wagub menyoroti tiga poin krusial untuk menjaga kedaulatan pangan di NTB:
1. Memperketat RTRW dan Alih Fungsi Lahan
Wagub meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk memperketat implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menurutnya, Lombok Barat kini menjadi magnet bagi pengembang perumahan, yang jika tidak dikendalikan, dapat mengancam lahan produktif.
“Pertumbuhan penduduk dan perluasan pemukiman adalah kendala yang harus kita pikirkan bersama. Terutama Lombok Barat, yang menjadi pilihan utama investor pengembang. Saya berharap RTRW dijalankan secara konsisten agar tidak menggerus lahan produktif kita,” tegas Wagub.
2. Strategi Pemasaran Pascapanen
Selain masalah lahan, tantangan besar muncul saat puncak panen raya tiba, yakni stabilitas harga dan penyerapan pasar. Wagub mendorong adanya kolaborasi lintas sektor agar petani tidak merugi akibat melimpahnya stok.
• Sinergi Kelembagaan: Mendorong Badan Pangan Nasional dan Bulog untuk aktif menyerap hasil panen.
• Akses Langsung: Membuka jalur penjualan langsung dari petani ke pengusaha ternak untuk memutus rantai distribusi yang terlalu panjang.
3. Peran Penyuluh dan Kesehatan Tanah
Menutup arahannya, Wagub mengingatkan para penyuluh pertanian untuk terus mendampingi petani dalam pola tanam yang berkelanjutan, terutama dalam penggunaan pupuk.
“Gunakan pupuk secara proporsional, jangan berlebihan. Tujuannya agar kesuburan tanah di Lombok Barat tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pesannya. (red)

.jpeg)











Komentar