Bima, Akurasinewsntb.com– Hari pertama masuk sekolah di tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SMAN 2 Woha. Upacara bendera perdana Semester Genap yang digelar pada Senin (5/1/2026) dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bima, Saidin, SPd MPd, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Upacara yang berlangsung khidmat di halaman sekolah tersebut dihadiri oleh Kepala SMAN 2 Woha, Drs. Lukman, M.Si., Wakasek Bidang Humas, Jainudin, S.Sos., jajaran dewan guru, serta seluruh siswa.
Tiga Pesan Utama untuk Kemajuan Sekolah
Dalam amanatnya, Saidin menekankan tiga poin krusial yang harus menjadi perhatian bersama dalam dunia pendidikan:
1. Peningkatan Kinerja: Seluruh unsur sekolah diharapkan terus meningkatkan profesionalisme.
2. Budaya Saling Menghargai: Memperkuat hubungan harmonis dan sikap hormat antara senior dan junior.
3. Komitmen Kolektif: Menjaga serta memajukan nama baik dan kualitas sekolah secara bersama-sama.
“Tiga hal ini harus menjadi perhatian serius dan kewaspadaan bagi guru maupun tenaga kependidikan di setiap lingkungan sekolah,” tegas Saidin.
Penguatan Karakter dan Lingkungan Belajar
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengarahan khusus kepada dewan guru di ruang pertemuan. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah implementasi dari pesan-pesan yang telah disampaikan dalam amanat upacara.
Saidin juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter melalui penerapan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Menurutnya, awal semester harus menjadi momentum untuk memperbarui semangat, disiplin, dan motivasi berprestasi bagi siswa dalam lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Guru Sebagai Teladan
Di akhir arahannya, Saidin mengingatkan bahwa guru dan tenaga kependidikan adalah teladan utama. Dengan kinerja yang profesional dan rasa tanggung jawab yang tinggi, mutu pendidikan diyakini akan meningkat seiring dengan menguatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
“Sekolah akan maju apabila seluruh warganya memiliki kinerja yang baik dan rasa memiliki. Jika aspek ini terjaga, maka kualitas pendidikan akan meningkat secara otomatis,” pungkasnya. (sya)

.jpeg)











Komentar