Bima, Akurasinewsntb.com – RSUD Sondosia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal itu ditegaskan saat menggelar Evaluasi Kinerja Triwulan III Tahun 2026 di Aula RSUD Sondosia pada Kamis (15/10/2026).
Agenda yang dihadiri jajaran manajemen serta jajaran dari hampir seluruh unit kerja ini bukan sekadar pemenuhan administrasi tahunan, melainkan pijakan krusial untuk membenahi efektivitas organisasi secara menyeluruh.
Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, menegaskan bahwa angka-angka capaian yang dipaparkan setiap unit harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Menurutnya, evaluasi berkala adalah tolok ukur objektif untuk melihat sejauh mana kontribusi individu maupun unit terhadap kemajuan rumah sakit.
“Ini adalah cara kita mengukur output kinerja individu dan unit. Kita ingin melihat kontribusi nyata selama satu triwulan terakhir. Kita baru tahu apakah diri kita menjadi lebih baik jika memiliki standar pembanding. Karena itu, data dan angka menjadi dasar penting untuk menentukan langkah strategis berikutnya,” tegas Dr. Firman saat memimpin rapat evaluasi.
Dalam forum interaktif tersebut, masing-masing unit memaparkan indikator capaian sekaligus membedah kendala operasional yang dihadapi di lapangan. Diskusi hangat pun terbangun antara jajaran direksi dan kepala unit guna merumuskan formulasi serta solusi konkret atas dinamika yang ada.
Dari hasil pemaparan, grafik kinerja antar unit menunjukkan dinamika yang beragam. Sejumlah unit berhasil mencatatkan tren positif, sementara unit lainnya mengalami tantangan yang memicu penurunan kinerja. Namun, manajemen memandang perbedaan tersebut secara bijak—bukan untuk saling menunjuk kesalahan, melainkan sebagai bahan analisis mendalam demi perbaikan proses kerja.
Dr. Firman menambahkan, RSUD Sondosia terus berupaya membangun budaya organisasi yang adaptif dan mau belajar (learning organization). Keterbatasan sarana maupun tantangan operasional tidak menjadi penghalang untuk bertransformasi menuju rumah sakit yang maju dan modern.
“Evaluasi kinerja bukan tentang mencari siapa yang terbaik atau siapa yang paling kurang, melainkan memahami kondisi secara objektif dan belajar dari hasil tersebut. Rumah sakit yang berkembang adalah rumah sakit yang mampu mengenali masalahnya dan menjadikannya dorongan untuk memberi pelayanan yang semakin baik,” pungkasnya.
Dengan berpatokan pada data, memperkuat kolaborasi antar unit, dan mengusung budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), RSUD Sondosia optimistis dapat terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik serta berdampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Bima. (rif)

.jpeg)











Komentar