Proyek JIAT Tambe Bima senilai Rp1,5 Miliar Tuai Kekecewaan, Petani Sebut Program Gagal

Hea33 Dilihat
banner 468x60

Bima, Akurasinewsntb.com- Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, memicu kekecewaan mendalam bagi para petani setempat. Proyek milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara Barat di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum yang menelan anggaran hingga Rp1,5 miliar tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan, meski pengerjaannya telah selesai dilakukan.

Paket pekerjaan bernilai fantastis tersebut mencakup pembangunan gedung rumah pompa, pengeboran air sumur dalam, instalasi meteran air, serta jaringan perpipaan. Namun, keberadaan fasilitas fisik tersebut dinilai sia-sia karena fungsi utamanya untuk mengalirkan air ke lahan pertanian justru gagal total.

banner 336x280

Kondisi ini berdampak langsung pada pasokan air untuk lahan pertanian warga di kawasan Soo Wacarima dan sekitarnya. Air yang sangat diharapkan untuk menyokong produktivitas tanaman petani tidak mengalir akibat kualitas pengerjaan sistem perpipaan yang dinilai sangat buruk dan tidak profesional.

Salah seorang petani setempat, Syahrir H. Amin, menegaskan bahwa masalah utama terletak pada pengerjaan fisik jaringan perpipaan di lapangan yang dikerjakan asal-asalan.

“Pemasangan pipanya amburadul, sehingga perjalanan air yang seharusnya mengairi lahan pertanian kami di Soo Wacarima dan sekitarnya sama sekali tidak berjalan,” tegas Syahrir saat memberikan keterangan, Sabtu (5/9/2026).

Senada dengan Syahrir, petani lainnya, Samsudin H. M. Saleh, secara terbuka meluapkan kekecewaannya atas pengerjaan proyek BBWS NTB tersebut. Menurutnya, besarnya anggaran negara yang dikucurkan sama sekali tidak memberikan dampak positif bagi taraf hidup para petani di Desa Tambe.

“Ini program gagal. Anggaran miliaran rupiah dikucurkan, tetapi sama sekali tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh petani. Kami yang berada di lapangan sangat dirugikan,” kata Samsudin.

Sebagai bentuk keprihatinan sekaligus protes keras atas tidak berfungsinya fasilitas irigasi bernilai Rp1,5 miliar tersebut, para petani mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat. Mereka menuntut pihak kontraktor pelaksana serta BBWS NTB untuk segera turun ke lapangan dan bertanggung jawab mengoptimalkan jaringan jaringan perpipaan yang bermasalah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWS NTB maupun kontraktor pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan serta ancaman aksi demo dari para petani Desa Tambe tersebut. (rif)

banner 336x280

Komentar