Layanan Hemodialisa Resmi Beroperasi di RSUD Bima, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah

Kesehatan86 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan publik melalui peresmian Unit Layanan Hemodialisa (Cuci Darah) pada Jumat (28/8/2026). Kehadiran fasilitas medis yang dipusatkan di area RSUD Bima ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya para penderita gangguan ginjal kronis yang kini tidak perlu lagi melakukan pengobatan rujukan ke luar daerah.

Kegiatan peresmian ini dihadiri langsung oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, didampingi Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, S.E., Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Fatahullah, S.Pd., jajaran Kepala Perangkat Daerah, serta para Kepala Bagian di lingkup Sekretariat Daerah. Turut mendampingi pula Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan, M.P.H., beserta jajaran manajemen, dokter spesialis, dan tenaga kesehatan setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada manajemen RSUD Bima atas dedikasi dan kerja keras hingga layanan strategis ini berhasil direalisasikan.

Bupati menegaskan bahwa beroperasinya unit hemodialisa merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan mendasar dan rujukan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Fasilitas baru ini diharapkan mampu menjadi salah satu layanan unggulan di RSUD Bima. Namun, predikat layanan unggulan tidak cukup hanya ditopang ketersediaan fisik, melainkan harus dibuktikan melalui standar kualitas pelayanan, kompetensi tenaga medis, jaminan keselamatan pasien, kedisiplinan, serta tingkat kepuasan masyarakat,” tegas Ady Mahyudi.

Mengakhiri arahannya, Bupati menitipkan pesan penekanan kepada seluruh jajaran rumah sakit agar senantiasa menjaga profesionalisme dalam bertugas. “Teruslah memberikan pelayanan terbaik. Jaga integritas, jaga keselamatan pasien, dan yang paling utama, jaga kepercayaan masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan, M.P.H., dalam laporannya memaparkan kesiapan menyeluruh, mulai dari infrastruktur bangunan, mesin hemodialisa terkini, hingga kesiapan tenaga medis tersertifikasi yang bertugas mengoperasikan peralatan tersebut.

“Operasional layanan hemodialisa tidak sekadar menyangkut penyediaan ruangan dan mesin teknis. Aspek yang jauh lebih vital adalah kesiapan sistem, standar keselamatan pasien, kompetensi SDM kesehatan, serta koordinasi tim yang solid dalam memberikan tindakan medis,” terang Ihsan.

Acara peresmian diakhiri dengan prosesi pemotongan pita secara simbolis oleh Bupati Bima, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke ruang perawatan hemodialisa untuk memastikan kesiapan operasional alat dan kenyamanan fasilitas bagi para pasien. (red)