Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Bima Gelar Rakor Lintas Sektor

Pemerintah144 Dilihat
banner 468x60

Bima, Akurasinewsntb.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Kamis (6/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat BPBD ini difokuskan untuk memperkuat pemutakhiran data bencana, memetakan dampak kekeringan, serta menyusun rencana kebutuhan darurat.

Rakor tersebut dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bima, Drs. Agus Salim, M.Si., didampingi Plt. Sekretaris BPBD Hardiansyah, S.ST., M.Eng., serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, M. Nurul Huda, ST., MT.

banner 336x280

Dalam arahannya, Agus Salim menekankan pentingnya respons cepat, sigap, dan kolaboratif dari seluruh jajaran pemerintah daerah hingga ke tingkat desa.

“Kami meminta seluruh kepala desa untuk aktif mengimbau masyarakat serta menjaga wilayahnya masing-masing agar Karhutla tidak terjadi di Kabupaten Bima. Pastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi dengan baik. Selain itu, segera bentuk tim khusus agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara terpadu dan tuntas,” tegas Agus.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima, ancaman kekeringan tahun ini meningkat seiring masuknya musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Niño.

Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana kekeringan meluas di 40 desa yang tersebar di 13 kecamatan, dengan estimasi warga terdampak mencapai 8.665 KK atau sekitar 27.343 jiwa.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD bersama instansi terkait telah mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah titik yang mulai mengalami krisis air.

Melalui rakor ini, Pemkab Bima menyepakati sejumlah poin strategis serta pembagian peran antar-Perangkat Daerah guna mengantisipasi dampak bencana yang semakin buruk.

Pemkab Bima juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui langkah-langkah berikut. Yakni menggunakan pasokan air bersih secara bijak untuk kebutuhan prioritas, para petani disarankan mengolah pola tanam, menyesuaikan jadwal tanam, serta beralih ke varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering (palawija). Serta menjauhi praktik membuka lahan dengan cara membakar. (red)

banner 336x280

Komentar