Terdesak Usai Diburu Polisi, Pelaku Pembacokan di Desa Tolouwi Bima Akhirnya Menyerahkan Diri

Hukrim72 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com- Setelah dua hari menjadi buronan, SD (26), terduga pelaku penganiayaan berat menggunakan senjata tajam jenis parang di Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 03.00 WITA.

Pelaku yang merupakan warga Desa Tolouwi ini memilih menyerahkan diri setelah tim gabungan Polsek Monta dan Tim Opsnal Satreskrim Polres Bima gencar melakukan perburuan, serta melakukan pendekatan persuasif kepada pihak keluarga dan pemerintah desa setempat.

Mendapat informasi keberadaan pelaku yang merasa terdesak, tim gabungan bergerak cepat menuju kediaman salah satu aparatur Desa Waro untuk melakukan penjemputan.

Kapolres Bima, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu Ghufron Subeki, S.H., membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, terduga pelaku telah berhasil kami amankan setelah diburu selama dua hari. Saat ini yang bersangkutan sudah berada di Mapolres Bima untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” ujar Iptu Ghufron.

Aksi penganiayaan berdarah ini terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekira pukul 16.00 WITA. Kejadian bermula saat korban, BR (30), warga Desa Tolouwi, hendak menuju ke lahan jagung miliknya.

Di tengah perjalanan, korban mendadak dihadang oleh pelaku yang sudah menenteng sebilah parang terhunus. Korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan meninggalkan sepeda motornya dan berlari. Namun, pelaku yang tersulut emosi tetap mengejar dan membacok korban secara kalap berulang kali.

Akibat sabetan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka parah di beberapa bagian tubuh. Yakni lengan kiri di bawah siku nyaris putus, ibu jari dan jari telunjuk kiri putus serta luka robek serius pada bagian perut.

Warga sekitar yang melihat kejadian memilukan tersebut langsung menolong dan melarikan korban ke Puskesmas (PKM) Monta untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Terkait insiden ini, Kapolsek Monta, AKP Sudirman, S.H., mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya pihak keluarga korban, agar tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.

“Kami mengimbau keluarga korban untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian dan tidak mudah terprovokasi. Kami tegaskan bahwa kasus ini akan diusut tuntas sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegas AKP Sudirman. (red)