Krisis Tenaga Dokter, BLUD Puskesmas Bolo Alihkan Pelayanan Darurat dan Rawat Inap ke RSUD Sondosia

Kesehatan35 Dilihat
banner 468x60

Bima, Akurasinewsntb.com– Unit Pelaksana Teknis BLUD Puskesmas Bolo merilis kebijakan operasional darurat terkait pengalihan sementara sejumlah layanan medis ke fasilitas kesehatan rujukan. Langkah ekstrem ini diambil menyusul kondisi krisis dan kelangkaan tenaga dokter yang dialami Pemerintah Kabupaten Bima, khususnya di Puskesmas Bolo.

Kepala BLUD Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep., menjelaskan bahwa kebijakan pengalihan ini diterapkan untuk memitigasi risiko keselamatan pasien serta menyeimbangkan beban kerja tenaga medis yang ada.

banner 336x280

“Saat ini Pemkab Bima secara umum, dan BLUD Puskesmas Bolo secara khusus, sedang mengalami krisis tenaga dokter. Demi menjaga keselamatan pasien dan mitigasi risiko operasional, kami terpaksa mengambil langkah darurat ini,” ujar Nurjanah, S.Kep.

Adapun tiga jenis layanan utama yang dialihkan sementara ke fasilitas rujukan terdekat—salah satunya RSUD Sondosia. Yakni meliputi Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), Pelayanan Rawat Inap dan
Pelayanan Persalinan Berisiko

Meskipun layanan darurat dan rawat inap dialihkan, Nurjanah memastikan bahwa pelayanan kesehatan dasar masyarakat tidak sepenuhnya dihentikan.

“Untuk pelayanan rawat jalan dan posyandu tetap berjalan sebagaimana mestinya di Puskesmas Bolo, tentu dengan penyesuaian ketersediaan SDM yang ada,” tambahnya.

Kebijakan ini telah disampaikan secara resmi melalui Surat Pemberitahuan Nomor 440/242/PKM-BOLO/VII/2026 tertanggal 24 Juli 2026, yang ditujukan kepada seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Bolo.

Pihak Puskesmas memohon bantuan serta kerja sama para Kepala Desa selaku pemangku wilayah untuk segera menginformasikan, menyosialisasikan, dan mengedukasi warga desa masing-masing. Harapannya, masyarakat yang membutuhkan penanganan medis darurat atau tindakan berat bisa langsung menuju ke RSUD Sondosia demi keselamatan bersama. (rif)

banner 336x280

Komentar