Antusiasme Tinggi Warnai Hari Pertama Workshop PONED-PONEK di RSUD Sondosia

Kesehatan36 Dilihat
banner 468x60

Bima, Akurasinewsntb.com– Semangat luar biasa terpancar dari para peserta saat mengikuti pembukaan hingga materi hari pertama Workshop PONED-PONEK di RSUD Sondosia, Rabu (15/4/26). Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi.

Kualitas workshop ini tidak main-main. Panitia menghadirkan narasumber ahli tingkat nasional, yakni Prof. Dr. dr. R. Muharam, Sp.OG, Subsp. F.E.R., MPH dan Dr. dr. Yessi Rahmawati, Sp.OG, Subsp. Obginsos, MH, M.Kes., CMC, FISQua. Materi yang dibawakan sangat aplikatif dan relevan dengan tantangan di lapangan.

banner 336x280

Salah satu peserta, Bidan Ayu dari Puskesmas Bolo, mengaku sangat terkesan dengan inisiatif RSUD Sondosia.

“Saya sempat ditawari teman di Jakarta dan Malang untuk pelatihan serupa dengan biaya sekitar 4 jutaan, itu pun belum termasuk transportasi dan akomodasi. Di sini jauh lebih terjangkau dengan narasumber yang luar biasa. Jika diminta memberi penilaian, ini di atas bintang 10!” ujarnya penuh semangat.

Dalam sambutannya, Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, menekankan bahwa layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) dan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) harus terintegrasi dengan sempurna.

“Kegawatdaruratan tidak menunggu kesiapan kita. Perdarahan tidak memberi waktu untuk berpikir lama, begitu pula asfiksia pada bayi. Yang menentukan keselamatan adalah seberapa cepat kita mengenali gejala, seberapa tepat kita bertindak, dan seberapa terlatih kita menghadapi situasi tersebut,” tegas Dr. Firman.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah persiapan menuju Akreditasi 2027. Namun, tujuan utamanya melampaui sekadar status akreditasi. “Hasil akhirnya bukan hanya nilai akreditasi yang baik, tetapi yang jauh lebih penting adalah lebih banyak nyawa ibu dan bayi yang terselamatkan,” tambahnya.

Di akhir arahannya, Dr. Firman mengajak peserta merenung tentang esensi dari pelatihan ini. Beliau berharap peserta tidak hanya pulang membawa sertifikat dan SKP, tetapi membawa kemampuan nyata yang siap digunakan dalam situasi kritis.

“Mungkin ilmu ini akan kita gunakan di tengah malam, dalam kondisi darurat, atau pada seorang ibu yang datang dengan harapan terakhir. Pada saat itulah, keputusan dan keahlian kita menentukan hidup atau mati seseorang,” pungkasnya.

Mari terus bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan! Bersama kita tingkatkan kualitas pelayanan demi keselamatan ibu dan buah hati. (sya)

banner 336x280

Komentar