Dorong Konektivitas dan Mitigasi Sosial, Sekda Bima Pacu Percepatan Penyusunan RDTR Bolo dan Sanggar

Pemerintah40 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com – Pemerintah Kabupaten Bima terus mematangkan penataan ruang daerah dan penguatan jaringan transportasi antarwilayah. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi, SE, menerima kunjungan audiensi Tim Penyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Bolo dan Sanggar di ruang kerjanya, Jumat (16/10).

Pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Tim Penyusun, Indra Sugito, ST., MT., beserta anggota Tiara Faradina Prasti, ST., dan Dr. Alwin, M.Sc., ini berfokus pada dua agenda krusial: percepatan pembangunan jalan alternatif Sila–Talabiu dan integrasi kajian dampak sosial.

Dalam audiensi tersebut, Sekda Adel Linggi Ardi yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah, S.Pd., serta Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Amnah, ST., MT.—menjelaskan pentingnya pembukaan jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Sila (Kecamatan Bolo) dengan Talabiu (Kecamatan Woha).

“Saat ini mobilitas warga dan arus logistik masih sangat bergantung pada satu jalur utama Sila–Talabiu. Ketergantungan ini berisiko memicu kemacetan hingga kelumpuhan konektivitas jika terjadi kerusakan atau gangguan jalan,” tegas Adel.

Oleh karena itu, kajian jalan alternatif dinilai sangat mendesak untuk memperkuat ketahanan jaringan transportasi daerah, memangkas waktu tempuh, serta memperlancar arus barang dan jasa.

Selain sektor fisik, Sekda juga menggarisbawahi pentingnya keterpaduan aspek sosial dalam perencanaan tata ruang. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh mengabaikan dinamika dan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Pembangunan wilayah harus berjalan beriringan dengan analisis dampak sosial. Mitigasi risiko sosial dan pelibatan aktif masyarakat lokal adalah kunci agar hasil pembangunan berkeadilan serta diterima dengan baik,” tambahnya.

Melalui penyusunan RDTR Bolo dan Sanggar yang komprehensif, berwawasan lingkungan, dan inklusif secara sosial, Pemkab Bima optimistis dapat menciptakan konektivitas wilayah yang tangguh sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (red)