Sidak Inspektorat Bima, Sekda Adel Linggi Ardi Puji Kedisiplinan ASN Capai 97 Persen

Pemerintah31 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi, S.E., memimpin Inspeksi Mendadak (Sidak) di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Bima pada Rabu (14/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Sekda mengapresiasi tinggi tingkat kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mencatatkan tingkat kehadiran hingga 97 persen dari total 101 pegawai.

Turut mendampingi Sekda dalam sidak tersebut, Sekretaris BKD dan Diklat Laily Ramadhani, S.STP., M.M., Kabag Organisasi Setda Raani Wahyuni, S.T., M.T., M.Sc., serta jajaran Pejabat Fungsional BKD dan Diklat Kabupaten Bima.

Saat memimpin apel pagi di hadapan Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, S.E., Sekretaris Inspektorat Armin Farid, S.Sos., para Inspektur Pembantu (Irban), auditor, dan jajaran staf, Sekda menyampaikan rasa terimakasihnya atas kerja keras tim Inspektorat yang telah menuntaskan proses review pengelolaan APBD.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan agar para pejabat yang dipercaya KPK untuk melakukan review program dan kegiatan dana APBD senantiasa memegang teguh amanat tersebut.

“Sajikan data dan informasi hasil review yang akurat, transparan, dan valid kepada tim audit KPK. Sebagai ASN, kita wajib patuh dan taat penuh kepada Undang-Undang ASN, aturan pemerintah, serta pimpinan,” tegas Adel Linggi Ardi.

Lebih lanjut, Sekda mengingatkan pentingnya peran vital Inspektorat sebagai benteng utama dalam pengawasan, pembinaan keuangan, hingga penegakan etika kepegawaian. Menurutnya, standar kedisiplinan di lingkungan Inspektorat harus menjadi tolok ukur bagi unit kerja lainnya.

“Inspektorat adalah contoh. Kita tidak bisa menertibkan atau memeriksa instansi lain jika kita sendiri tidak disiplin. Tugas pokok yang diamanatkan ini harus menjadi catatan penting bagi seluruh jajaran,” ujarnya.

Mengakhiri pengarahannya, Sekda berpesan agar seluruh jajaran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) terus menjaga integritas, profesionalisme, serta etika profesi baik terhadap sesama rekan kerja, pimpinan, maupun dalam menjaga rahasia jabatan.

“APIP akan memiliki peran yang jauh lebih optimal jika didukung oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan memegang teguh rahasia jabatan,” pungkasnya. (red)