Tingkatkan Kualitas dan Harga Jual, Pemkab Bima Resmi Luncurkan “Garam Merah Putih”

Ekonomi24 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com – Pemerintah Kabupaten Bima resmi meluncurkan merek produk olahan “Garam Merah Putih Bima” sekaligus meresmikan Pabrik Washing Plant bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Desa Donggobolo, Kecamatan Woha, Selasa (6/10/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis daerah untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing garam produksi masyarakat.

Fasilitas washing plant terintegrasi ini berfungsi memurnikan garam melalui proses pencucian hingga iodisasi guna menekan kadar pengotor. Penerapan teknologi modern tersebut berhasil mendongkrak mutu garam rakyat hingga memenuhi standar industri dan SNI. Dengan begitu, jangkauan pasar garam Bima diharapkan semakin luas, mendongkrak daya saing daerah, serta memajukan kesejahteraan para petambak.

Simbolis peresmian ditandai dengan pengguntingan pita di halaman pabrik oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, bersama Kepala Balai Besar Garam KKP RI, Dr. Muh. Zaki Mahasin, S.Pi., M.Si.

Dalam sambutannya, Wabup Irfan menekankan pentingnya pengolahan bahan baku menjadi produk industri agar memiliki nilai jual tinggi.

“Kalau kita mau harga garam bagus, kita harus meng-upgrade garam menjadi garam industri. Bisa untuk kebutuhan pertambangan, kosmetik, hingga makanan dan minuman. Ruangnya sangat luas,” ujar Irfan.

Ia menegaskan komitmen Pemkab Bima untuk mengawal penyerapan hasil produksi garam lokal dengan harga yang layak demi kesejahteraan petani serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Kepala Balai Besar Garam KKP RI, Muh. Zaki Mahasin, menyebut keberadaan washing plant ini sebagai fondasi awal membangun industri garam yang kuat di Bima. KKP siap memberikan pendampingan teknis dan manajerial bagi SDM lokal, serta mendorong kemitraan strategis dengan BUMD, swasta, dan koperasi untuk menembus pasar Jawa hingga Sulawesi.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Garam Indonesia (GGTI) Nangatolosia, Khalil Alfalah. Pihaknya berkomitmen mendorong pengolahan garam lokal sebelum dikirim ke luar daerah. Apalagi, produk olahan “Garam Merah Putih Bima” kini telah mengantongi izin edar dan rekomendasi resmi dari BPOM sehingga siap bersaing di pasar nasional hingga membuka peluang ekspor.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan langsung fasilitas pengolahan di dalam pabrik. Turut hadir dalam peresmian tersebut jajaran KKP RI, Bappeda NTB, OPD Pemkab Bima, anggota DPRD NTB, direksi PT GMC, pengurus koperasi, serta tokoh masyarakat dan petambak garam setempat. (red)