Orok Bayi Ditemukan di Got Ternyata Dibuang Ibunya Sendiri

Peristiwa16 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com- Teperdaya rasa panik, seorang wanita muda berinisial DEP (19) nekat membuang bayi yang baru dilahirkannya ke dalam saluran air (got) di Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Kasus ini terungkap setelah warga menemukan janin tersebut pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 05.30 WITA.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Unit Inafis Satreskrim Polres Bima Kabupaten dan pemeriksaan medis, orok berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan baru berusia 4 hingga 5 bulan di dalam kandungan.

Penemuan bermula saat warga setempat berinisial IS sedang membersihkan saluran air di dekat rumahnya. Awalnya, IS mengira janin tersebut adalah bangkai hewan dan sempat mengambilnya menggunakan sekop untuk dibuang ke sungai. Namun di tengah jalan, ia menyadari bahwa benda tersebut adalah janin manusia. IS lantas membatalkan niatnya dan memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar.

Warga lain berinisial M kemudian membungkus janin tersebut dengan kain kafan, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Belo.

Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Belo bergerak cepat mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Unit Inafis Satreskrim Polres Bima Kabupaten. Dari hasil penyelidikan di lapangan, petugas mendapat informasi mengenai adanya warga setempat yang mendadak dicurigai baru saja melahirkan.

Kapolsek Belo Iptu Johansyah bersama anggotanya langsung mendatangi kediaman DEP di Desa Runggu. Di hadapan petugas, terduga pelaku tak bisa mengelak dan mengakui bahwa janin tersebut adalah darah dagingnya sendiri. DEP kemudian diamankan ke Mapolsek Belo dan selanjutnya dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bima Kabupaten.

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Belo Iptu Johansyah membenarkan penangkapan terduga pelaku tersebut. Pihaknya kini tengah mendalami motif di balik aksi nekat perempuan muda itu.

“Hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku untuk mendalami motifnya,” tegas Iptu Johansyah. (rif)