Mangkrak Usai Dua Hari Beroperasi, Proyek Air Bersih Aspirasi Anggota DPR RI di Rasabou Dikeluhkan Warga

Peristiwa62 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com— Proyek pembangunan sarana air bersih senilai sekitar Rp600 juta di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, menuai keluhan dari warga setempat. Fasilitas yang bersumber dari anggaran aspirasi anggota DPR RI Fraksi PKB, Hj. Mahdalena, tersebut dinilai belum memberikan manfaat nyata karena terhenti beroperasi hanya dalam hitungan hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, fasilitas bor air bersih ini dibangun di empat titik yang mencakup wilayah RT 13 dan RT 14 Desa Rasabou. Sistem distribusi air belum menggunakan jaringan perpipaan ke rumah-rumah, sehingga warga harus mengambil air secara langsung di lokasi bak penampungan.

Namun, manfaat fasilitas tersebut hanya dirasakan sejenak. Salah seorang warga RT 13 Dusun Kamasi mengungkapkan bahwa aliran air hanya lancar selama dua hari pascapemasangan.

“Hanya dua hari airnya lancar, setelah itu sampai sekarang kami tidak bisa menikmati air bersih lagi,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (20/8/2026).

Warga lain menduga terhentinya pasokan air disebabkan oleh kerusakan atau terputusnya jaringan pipa. Warga menyayangkan sikap pelaksana proyek yang terkesan membiarkan kondisi tersebut tanpa ada langkah perbaikan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Rasabou, Suaidin, S.H., membenarkan adanya keluhan warga terkait tidak berfungsinya sarana air bersih tersebut. Kendati demikian, Pemerintah Desa (Pemdes) mengaku dilematis untuk mengambil langkah perbaikan karena proyek tersebut belum diserahterimakan secara resmi.

Suaidin menyebut pihak pelaksana proyek seolah lepas tangan begitu saja setelah pekerjaan fisik selesai dikerjakan, tanpa memperjelas status pengelola maupun penanggung jawab perawatan fasilitas.

“Sampai hari ini, Pemdes Rasabou belum menerima serah terima dari pelaksana proyek. Siapa yang ditunjuk dan bertanggung jawab mengelola ini harus jelas. Ini semua samar-samar. Setelah proyek selesai, pelaksana menghilang begitu saja,” tegas Suaidin, S.H.

Ia menekankan pentingnya kejelasan status pengelolaan agar Pemdes maupun warga mengetahui pihak yang wajib dihubungi ketika terjadi kerusakan teknis di lapangan.

Warga Desa Rasabou berharap pihak-pihak terkait segera turun tangan meloloskan audit fisik, memperbaiki kerusakan jaringan air, serta memperjelas status pengelolaan fasilitas. Pembangunan yang menguras anggaran negara tersebut diharapkan tidak sekadar menggugurkan kewajiban fisik, tetapi benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bima, Imran, S.P., merespons singkat keluhan warga tersebut. Pihaknya berjanji akan turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Nanti kita cek,” ujar Imran singkat saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (20/8/2026). (rif)