Manajemen RSUD Sondosia Buka Suara Soal Kekosongan Dokter IGD yang Viral di Media Sosial

Kesehatan86 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com— Unggahan media sosial terkait ketiadaan dokter piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sondosia, Kecamatan Bolo, sempat memicu sorotan publik. Kejadian tersebut mengemuka setelah beberapa akun Facebook mengeluhkan belum adanya tenaga medis yang menangani pasien darurat pada momen tersebut.

Menanggapi kabar yang beredar, manajemen RSUD Sondosia melalui Kasi Hukum dan Humas, Irfan, S.Kep., Ns, memberikan klarifikasi resmi. Pihaknya membenarkan sempat terjadi kendala operasional mendadak, namun menegaskan situasi tersebut dapat segera ditangani.

“Saat kejadian, dua dari empat dokter IGD tiba-tiba sakit secara bersamaan. Sementara Kepala IGD yang berstatus ASN sebelumnya sudah dipindahtugaskan sementara ke Puskesmas Bolo, sehingga tidak ada tenaga pengganti di tempat. Beruntung, dua dokter spesialis langsung turun tangan menangani pasien,” ujar Irfan.

Irfan menjelaskan, penumpukan beban kerja ini merupakan dampak dari perpindahan tugas tiga dokter umum berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ke Puskesmas Bolo. Akibat mutasi tersebut, operasional IGD 24 jam kini sepenuhnya bergantung pada empat orang dokter umum berstatus tenaga kerja kontrak Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dengan skema empat segmen piket (pagi, siang, malam, dan libur harian), sistem pelayanan dinilai berada di titik sangat rentan.

“Pasca dipindahkannya tiga dokter PNS ke Puskesmas Bolo, pelayanan IGD terasa kewalahan. Jika ada yang berhalangan hadir karena sakit atau kendala mendadak, skema piket langsung terganggu,” ungkapnya.

Pihak manajemen mengkhawatirkan beban kerja berlebih (overwork) yang dialami para dokter BLUD saat ini dapat mempengaruhi kualitas layanan rujukan darurat jika dibiarkan berlarut-larut.

Sebagai rumah sakit rujukan tingkat lanjutan yang kerap menerima pasien kritis, ketersediaan armada medis yang memadai menjadi kebutuhan mutlak.

“Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Kesehatan dapat segera menugaskan kembali dokter ASN ke RSUD Sondosia. Langkah ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi pelayanan darurat bagi masyarakat,” tegas Irfan. (rif)