Krisis Dokter Puskesmas Bolo, Pemda Bima Diminta Bertindak

Kesehatan127 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com- Pelayanan kesehatan di Puskesmas Bolo, Kabupaten Bima, mendadak menjadi sorotan kritis. Fasilitas kesehatan masyarakat tersebut kini krisis tenaga medis setelah hanya tersisa satu orang dokter yang beroperasi memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari pemerhati kebijakan publik dan pelayanan kesehatan daerah. Pemerintah Kabupaten Bima, khususnya Dinas Kesehatan, dinilai kurang cermat dan tidak memperhitungkan dampak jangka panjang saat melakukan penataan sumber daya manusia (SDM).

Awalnya, Puskesmas Bolo diperkuat oleh lima orang dokter. Namun, situasi berubah drastis setelah dua dokter memilih mengundurkan diri (resign) atau pensiun muda, satu dokter dimutasi ke fasilitas lain, dan satu dokter lainnya diberikan izin untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis.

“Ini kesalahan besar pemerintah daerah, dalam hal ini dinas terkait. Semestinya sebelum memutasi atau memberikan izin belajar, dinas harus menyiapkan penggantinya terlebih dahulu,” ujar salah seorang pemerhati kebijakan publik di Bima, Aldi Bayu Prasindo, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, pemindahan dan pemberian izin studi tanpa pertimbangan matang serta perencanaan mitigasi yang jelas telah melumpuhkan efektivitas pelayanan. Beban kerja yang bertumpu pada satu dokter dipastikan memicu penumpukan antrean dan berpotensi menurunkan kualitas layanan medis bagi warga Bolo.

“Tidak bisa serta-merta memindahkan atau melepas tenaga medis tanpa memperhitungkan kebutuhan di lapangan. Dampaknya sangat nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan mendasar,” tegasnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bima dan Dinas Kesehatan segera mengambil langkah darurat dengan menempatkan dokter pengganti atau dokter penugasan khusus di Puskesmas Bolo agar pelayanan kesehatan kembali berjalan optimal.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep., saat dikonfirmasi membenarkan situasi mendesak yang dialami fasilitas kesehatan yang dipimpinnya. Ia menyebutkan bahwa dari lima tenaga dokter yang awalnya bertugas, kini hanya tersisa satu orang.

“Awalnya ketersediaan dokter di Puskesmas ini sebanyak lima orang. Namun dari jumlah tersebut tinggal tersisa satu dokter saja yang memberikan pelayanan. Sementara empat lainnya ada yang sudah resign, studi belajar, dan dimutasi ke instansi lain,” ujar Nurjanah.

Atas kondisi tersebut, pihak Puskesmas Bolo berharap adanya intervensi cepat dari dinas terkait demi menjaga keberlangsungan layanan medis bagi warga.

“Kita berharap kondisi ini secepatnya disikapi oleh pemerintah di atas, agar pelayanan di Puskesmas berjalan normal seperti biasa,” harapnya. (rif)