Bima, Akurasinews.com- Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) menggelar audiensi dengan Kepala Puskesmas Bolo untuk menyuarakan krisis tenaga medis, khususnya kekurangan dokter, yang dinilai berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua KPPM Arul Palakka menegaskan bahwa ketersediaan tenaga dokter merupakan kebutuhan mendasar. Pelayanan kesehatan yang optimal merupakan hak masyarakat yang harus dipenuhi tanpa menunda-nunda.
Atas kondisi ini, KPPM mendesak Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Kesehatan (Dikes) agar segera mengambil langkah konkret dan responsif. Mereka menilai persoalan ini menyangkut keselamatan dan hajat hidup orang banyak.
“Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Apabila dalam waktu yang wajar tidak ada tindak lanjut nyata dari Dinas Kesehatan, kami siap menempuh langkah-langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum demi mengawal aspirasi masyarakat,” tegas Arul.
KPPM berkomitmen akan terus mengawal isu ini hingga lahir kebijakan yang jelas demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berpihak pada masyarakat.
Tanggapan Pihak Puskesmas Bolo
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, S.Kep., menyambut baik kedatangan para pemuda dan mahasiswa. Ia membenarkan bahwa kondisi minimnya dokter saat ini membuat pihak puskesmas kewalahan melayani pasien.
Nurjanah mengungkapkan, dengan jumlah penduduk Kecamatan Bolo yang mencapai sekitar 55 ribu jiwa dan kunjungan pasien hingga 200 orang per hari, keberadaan satu orang dokter sangat jauh dari kata ideal.
“Satu dokter jelas tidak mampu menanggulangi jumlah pasien sebanyak itu. Terkait kondisi ini, kami sudah bersurat secara resmi kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bima untuk meminta penambahan tenaga dokter di Puskesmas Bolo,” jelas Nurjanah. (rif)
