RSUD Sondosia “Banjir” Apresiasi: Workshop PONED–PONEK Raih Rating 4,9 dan 30 SKP

Kesehatan42 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com – RSUD Sondosia kembali mengukuhkan posisinya sebagai pusat pengembangan kapasitas tenaga kesehatan yang progresif. Pada 15–17 April 2026, rumah sakit ini sukses menggelar Workshop Integratif PONED–PONEK Angkatan I, sebuah pelatihan berskala nasional yang fokus pada peningkatan mutu pelayanan maternal dan neonatal.

Kegiatan ini tak hanya sekadar tuntas, namun juga menuai gelombang pujian. Pantauan di lini masa media sosial menunjukkan testimoni para peserta yang merasa bangga dan bersyukur. Selain materi berkualitas, perolehan 30 SKP menjadi daya tarik sekaligus nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan profesionalitas peserta.

Keberhasilan workshop ini didorong oleh kualitas narasumber yang luar biasa. RSUD Sondosia menghadirkan panel ahli yang terdiri dari 2 Guru Besar (Profesor), 4 Doktor (S3), 3 Dokter Spesialis Konsultan dan
10 lebih bidan senior berpengalaman.

Kombinasi ini melahirkan diskusi yang tidak hanya berbasis teori mutakhir, tetapi juga sangat aplikatif. Peserta yang terdiri dari bidan, perawat, hingga dokter spesialis mendapatkan pemahaman komprehensif terkait penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal yang relevan dengan praktik lapangan sehari-hari.

Pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi RSUD Sondosia dalam menyelenggarakan pelatihan sejak tahun 2023. Dengan memaksimalkan SDM internal serta fasilitas aula yang representatif, standar penyelenggaraan pun meningkat drastis.

Berdasarkan penilaian resmi di platform LMS “Plataran Sehat” Kementerian Kesehatan, kegiatan ini meraih rating 4,9—sebuah lompatan besar dari rata-rata sebelumnya di angka 4,7.


Apresiasi yang mengalir pun beragam. Beberapa peserta menyebutnya sebagai “workshop terbaik yang pernah ada di Bima” karena narasumber yang melampaui ekspektasi. Selain konten ilmiah, aspek teknis juga mendapat sorotan positif, seperti suasana belajar yang interaktif dengan kuis dan hadiah, rundown acara yang tertata rapi dan tepat waktu. Serta pelayanan panitia yang detail, hingga kualitas konsumsi yang memuaskan.

Bagi peserta, biaya pendaftaran sebesar Rp1,5 juta dirasa sangat sepadan ( worth it ) dengan ilmu dan pengalaman yang didapatkan.

Menanggapi kesuksesan ini, Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, menegaskan bahwa ini adalah bagian dari proses transformasi rumah sakit.

“Kami bersyukur atas antusiasme ini. Target kami bukan sekadar menjadi penyelenggara, tapi menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas SDM kesehatan. Semoga ke depan semakin banyak pelatihan yang bermanfaat luas bagi tenaga kesehatan di berbagai fasilitas,” ungkap Dr. Firman.

Dengan keberhasilan Angkatan I ini, RSUD Sondosia membuktikan bahwa institusi daerah mampu menghadirkan standar edukasi kesehatan kelas wahid bagi masyarakat. (sya)