Tiga Hari Buron, Dua Spesialis Pencuri HP di Mess PT Mitra Bahari Diringkus Polisi

Hukrim236 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com– Pelarian dua pemuda asal Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, berakhir di tangan Unit Reskrim Polsek Soromandi. Setelah tiga hari menjadi buron, kawanan berinisial AA (23) dan D (20) sukses diringkus polisi pada Rabu malam (25/2/2026).

Keduanya diduga kuat merupakan otak di balik hilangnya sejumlah ponsel milik karyawan PT Mitra Delta Bahari Pratama di Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Aksi pencurian ini terjadi pada Senin dini hari (22/2) sekitar pukul 02.10 WITA. Saat suasana mess karyawan sedang sunyi, pelaku menyelinap masuk dan menggasak 5 unit ponsel milik korban berinisial MF (20).

Kapolres Bima, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasatreskrim AKP Abdul Malik, SH., mengonfirmasi bahwa identitas pelaku berhasil terungkap berkat rekaman kamera pengawas.

“Aksi pelaku terekam jelas di CCTV. Terduga berinisial AA terlihat masuk ke lokasi dan mengambil 5 unit handphone. Dari petunjuk itulah kami melakukan pengembangan penyelidikan,” ujar Kapolsek Soromandi, Ipda Mujahidin.

Penyelidikan intensif selama tiga hari membuahkan hasil. Setelah mengantongi informasi bahwa para pelaku bersembunyi di wilayah hukum Kabupaten Dompu, Polsek Soromandi langsung berkoordinasi dengan Polsek Kilo, Polres Dompu.

Tepat pada Rabu (25/2) pukul 23.00 WITA, tim gabungan mengepung persembunyian pelaku di Desa Malaju. Tanpa perlawanan berarti, AA dan D berhasil diamankan beserta barang bukti 4 unit ponsel hasil curian. Serta 1 unit ponsel lainnya masih dalam tahap pencarian dan pendalaman.

Saat ini, kedua “garong” tersebut telah dibawa ke Mapolsek Soromandi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, para pelaku harus mendekam di balik jeruji besi guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara hukum.

Keberhasilan penangkapan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pekerja di wilayah industri Kecamatan Soromandi yang belakangan ini merasa resah. (red)