Bima Darurat Campak: Pemkab Tetapkan Status KLB Setelah 306 Kasus Ditemukan

Kesehatan120 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com– Pemerintah Kabupaten Bima resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak. Langkah darurat ini diambil menyusul lonjakan signifikan kasus campak yang terjadi dalam empat bulan terakhir di wilayah tersebut.

Berdasarkan data akumulatif per 31 Januari 2026, tercatat 306 kasus telah ditemukan sejak Oktober 2025, dengan laporan satu korban jiwa.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan KLB yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bima, Fatahullah, S.Pd., Rabu (11/2), pemerintah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.

Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, menegaskan bahwa penanganan akan difokuskan pada penguatan akar rumput. Yakni Camat dan Kepala Puskesmas diinstruksikan untuk terjun langsung melakukan edukasi.

Selain itu, segera melaksanakan imunisasi massal untuk menutup celah kekebalan (immunity gap). Dengan prioritas fokus pada kelompok umur yang paling terdampak untuk menekan risiko komplikasi berat.

“Wabah ini harus ditangani serius. Campak bukan sekadar ruam biasa; ia bisa menyebabkan infeksi otak, kerusakan otak permanen, ketulian, hingga kematian, terutama pada balita dan mereka yang sistem imunnya lemah,” tegas dr. Irfan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bima memaparkan bahwa mayoritas penderita adalah anak-anak yang berada pada masa pertumbuhan emas yakni Balita (1-5 tahun) sebanyak 66,34 persen paling rentan, usia sekolah (6-12 tahun) 15,69 persen dan Bayi (< 1 tahun) 12,42 persen.

Penetapan status KLB ini memungkinkan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah darurat dan mengalokasikan sumber daya secara intensif. Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Kodim 1608/Bima, MUI, para Korwil Pendidikan, serta Kepala Puskesmas dari wilayah terdampak.

“Angka 66 persen pada usia balita adalah peringatan keras. Status KLB ini adalah dasar bagi kita untuk bergerak cepat secara terpadu agar wabah ini tidak semakin meluas,” pungkas Fatahullah. (red)