Bima, Akurasinewsntb.com– RSUD Sondosia memastikan kesiapan penuh dalam menyelenggarakan Workshop NICU–PICU (Neonatal Intensive Care Unit – Pediatric Intensive Care Unit) yang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Februari 2026. Hingga hari terakhir pendaftaran, antusiasme tenaga kesehatan sangat tinggi, dengan sisa kuota hanya untuk 6 peserta.
Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, menegaskan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis rumah sakit dalam memperkuat kompetensi SDM, terutama dalam menangani kondisi kritis pada bayi dan anak. Menurutnya, kecanggihan fasilitas medis harus berbanding lurus dengan keahlian tenaga pengelolanya.
“Gedung dan peralatan NICU–PICU yang lengkap akan menjadi mubazir jika SDM kita tidak memiliki keterampilan untuk memaksimalkan sarana tersebut. Dalam kondisi kegawatdaruratan, kepanikan hanya bisa dihindari jika tenaga kesehatan sudah terbiasa berlatih secara langsung dengan simulasi yang nyata,” ujar Dr. Firman saat meninjau persiapan akhir di Aula Utama RSUD Sondosia, Selasa (10/2/2026).
Workshop ini dirancang berbeda dari seminar teori biasa. Peserta akan berhadapan langsung dengan alat peraga klinis seperti CPAP, ventilator, serta manekin dan phantom untuk mensimulasikan penanganan kasus secara komprehensif.
Dr. Firman menjelaskan bahwa pengalaman lapangan menjadi guru terbaik. Beliau mencontohkan bagaimana RSUD Sondosia kini diperkuat oleh dokter spesialis anak yang memiliki rekam jejak di rumah sakit rujukan nasional, seperti RS Harapan Kita.
“Kita telah beberapa kali mengaktifkan Code Blue pada bayi atau neonatus. Situasi ini nyata, bukan lagi sekadar apa yang kita baca di buku atau disimulasikan saat akreditasi. Karena itu, pelatihan ini menjadi momentum penting agar setiap tenaga kesehatan mampu bertindak cepat dan tepat,” tambahnya.
Mengingat sifat pelatihan yang sangat teknis dan eksklusif, panitia membatasi jumlah peserta demi menjaga kualitas pendampingan. Saat ini, hanya tersisa 6 slot bagi tenaga kesehatan yang ingin bergabung dalam pelatihan intensif ini.
Melalui workshop ini, Dr. Firman berharap para peserta dapat mengasah ketajaman pengambilan keputusan dan kerja tim dalam situasi kritis. RSUD Sondosia meyakini bahwa pelatihan yang realistis dan berbasis praktik adalah fondasi utama bagi keselamatan pasien. (sya)
