RSUD Sondosia Tancap Gas di Awal 2026: Catat Lonjakan Kinerja 2025 dan Respons Cepat Layanan Anak

Kesehatan192 Dilihat

Bima, Akurasinewsntb.com– Mengawali tahun 2026 dengan semangat transformasi, RSUD Sondosia memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis kinerja. Dibawah kepemimpinan Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, rumah sakit ini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian tahun 2025 sekaligus melakukan penyesuaian strategis guna merespons lonjakan kebutuhan masyarakat.

Sejak awal Januari 2026, RSUD Sondosia mencatat lonjakan signifikan kunjungan pasien, terutama pada kategori pasien anak. Menanggapi hal ini, manajemen bergerak taktis dengan melakukan relokasi ruang perawatan.

“Kapasitas ruang bedah saat ini mencapai lebih dari 20 tempat tidur, sementara tingkat huniannya masih memungkinkan untuk disesuaikan. Oleh karena itu, kami memindahkan ruang perawatan anak ke area dengan kapasitas yang lebih besar agar seluruh pasien anak dapat terlayani dengan optimal,” jelas Dr. Firman saat meninjau kesiapan ruangan, Sabtu (3/1/2026).

Dalam kegiatan Evaluasi Tahunan yang digelar Selasa (6/1/2026), terungkap bahwa RSUD Sondosia mencatat pertumbuhan luar biasa sepanjang tahun 2025. Data menunjukkan performa rumah sakit meningkat tajam dari sisi pelayanan, manfaat, keuangan maupun kepercayaan publik:
Rawat Inap: Melonjak 69%, dari 2.667 pasien di tahun 2024 menjadi 4.506 pasien di tahun 2025.
Akses Layanan: Peningkatan signifikan juga tercatat pada kunjungan IGD dan Rawat Jalan.
Kemandirian Fasilitas: Pengoperasian Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), pembukaan ruang bedah, dan penyediaan mandiri oksigen medis menjadi tonggak kemandirian RSUD Sondosia.

Sepanjang 2025, RSUD Sondosia berhasil menambah tujuh kategori dokter spesialis, meliputi: Penyakit Dalam, Mata, Jantung, Anak, Radiologi, Anestesi, dan Patologi Klinik sehingga saat ini total memiliki 9 dokter spesialis dengan spesialis jantung dan mata.

Dampaknya terasa nyata pada kunjungan pasien. Klinik Mata sendiri mencatat 2.263 kunjungan, disusul tren positif pada Klinik Penyakit Dalam serta Kebidanan dan Kandungan.

“Evaluasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan alat strategis. Output angka dan data capaian kinerja inilah yang menjadi dasar bagi kita untuk mengevaluasi diri dan merencanakan langkah ke depan agar lebih baik dari hari ke hari,” tegas Dr. Firman.

Berdasarkan data domisili, mayoritas pasien berasal dari Kecamatan Bolo (lebih dari 50%), disusul oleh Madapangga, Woha, Donggo, dan Soromandi. Namun, kepercayaan masyarakat kini telah meluas hingga ke wilayah Lambu, Sape, Tambora, bahkan hingga ke Dompu dan luar Provinsi NTB.

Dengan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) 2026 yang telah difinalisasi pada 5 Januari lalu, RSUD Sondosia optimis untuk terus tumbuh sebagai institusi yang responsif dan adaptif.

“Capaian ini bukan akhir, tapi awal untuk melangkah lebih jauh.
Fokus kita tetap pada kerendahan hati untuk terus belajar, berbenah, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkas Dr. Firman. (sya)