Gaungkan Marwah Sasak di Pentas Nasional, Menguat Kans Wali Kota Mataram Raih Anugerah Kebudayaan PWI Tahun 2026

Berita390 Dilihat

Jakarta, Akurasinewsntb.com— Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, sukses menuntaskan presentasi tahap akhir penilaian Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026. Dalam pemaparannya, Mohan berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui filosofi Gerbang Sangkareang yang kini menjadi ikon kebanggaan masyarakat Sasak.

Presentasi tersebut berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (9/1/2026), di hadapan tim juri lintas disiplin, mulai dari akademisi, budayawan, hingga wartawan senior. Mereka adalah Dr.Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir (Ketua Umum PWI Pusat), dan Yusuf Susilo Hartono.

Anggota dewan juri, Agus Dermawan T, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Wali Kota Mohan dalam membangkitkan kembali popularitas arsitektur lumbung. Menurutnya, citra lumbung sempat meredup di level nasional setelah era pelukis legendaris I Wayan Pengsong.

“Dulu lumbung sangat dikenal dunia melalui lukisan. Sekarang, melalui Gerbang Sangkareang dan Batik Mentaram, Pak Mohan berhasil membawa aplikasi lumbung ke dalam fesyen dan arsitektur kota hingga ke panggung internasional di Melbourne. Saya berharap popularitas lumbung kembali bangkit di level nasional,” ujar Agus.

Senada dengan itu, budayawan Sudjiwo Tejo memuji keteguhan masyarakat Lombok dalam menjaga tradisi, seperti ritual Perang Topat. Ia berpesan agar kepemimpinan Mohan terus memberikan ruang bagi kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Dalam paparannya, Mohan menjelaskan bahwa Mataram adalah kota heterogen yang hidup dalam harmoni. Gerbang Sangkareang, yang diresmikan pada 2022, bukan sekadar bangunan statis, melainkan transformasi dari bentuk lumbung padi yang melambangkan kemakmuran, rasa syukur, dan semangat gotong royong.

“Gerbang Sangkareang adalah katalisator ekosistem ‘budaya baru’ di Mataram. Ia melahirkan turunan produk ekonomi kreatif seperti Batik Mentaram yang baru-baru ini tampil di Australia, serta berbagai kerajinan khas lainnya. Bahkan bros yang saya pakai hari ini adalah hasil turunan desain tersebut,” ungkap Mohan penuh semangat.

Lebih lanjut, Mohan menekankan bahwa langkah city branding ini berdampak nyata pada peningkatan sektor UMKM lokal, penciptaan lapangan kerja di sektor kreatif dan penguatan identitas daerah yang elegan dan adaptif terhadap teknologi.

Wali Kota Mataram merupakan satu dari sepuluh kepala daerah terpilih yang berhasil masuk tahap final setelah melalui penilaian ketat terhadap dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), regulasi daerah, hingga dokumentasi video.

Direktur Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menyatakan bahwa pemenang penghargaan ini akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, 9 Februari mendatang.

“Sepuluh kepala daerah ini dipilih berdasarkan penilaian mendalam. Kami melihat bagaimana kebudayaan diintegrasikan dalam pembangunan daerah secara komprehensif,” pungkas Yusuf.

Selain Wali Kota Mataram, sejumlah kepala daerah lain yang turut mempresentasikan programnya antara lain Wali Kota Malang, Wali Kota Samarinda, serta beberapa Bupati dari berbagai wilayah di Indonesia.(red)