Bima, Akurasinewsntb.com- Sejumlah desa di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB, menolak puluhan ton beras Bantuan Sosial (Bansos) dari Bulog Bima karena kondisinya yang berbau apek, berkutu, dan dinilai tidak layak dikonsumsi. Pemerintah Desa memutuskan untuk tidak mendistribusikannya kepada masyarakat.
Beras dengan kondisi rusak tersebut disalurkan ke sejumlah desa, termasuk Darusalam, Bontokape, Timu, Leu, Rato dan Rasabou.
Penolakan dan Permintaan Penggantian
• Desa Darusalam: Sekretaris BPD Darusalam, Gunawan, menyatakan mereka menerima 592 zak beras kemasan 5 Kilogram. Ia mengatakan beras tersebut mengeluarkan bau tak sedap dan telah berkutu. “Lebih baik kita komplain agar berasnya diganti,” ujarnya, sambil berharap Bulog Bima segera mengganti beras yang tidak layak tersebut.
• Desa Lain: Keluhan serupa disampaikan oleh Pemerintah Desa Bontokape, Leu, Timu, Rato dan Rasabou. “Kita harap Bulog segera menggantikan beras ini, agar segera disalurkan ke masyarakat mengingat beras ini sudah rusak,” kata Sekdes Bontokape, Supriansyah.
• Koordinasi Pendamping: Pendamping penyalur bantuan di Desa Leu, Sofian, membenarkan adanya beras tidak layak konsumsi. Semua pihak terkait, termasuk pendamping, akan mengadakan pertemuan di Desa Timu untuk mencari solusi.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf Bulog
Kepala Gudang Bulog di Kecamatan Madapangga, Munir, menyampaikan permohonan maaf atas persoalan ini dan berjanji akan segera menarik kembali seluruh beras yang rusak serta menggantinya dengan beras yang berkualitas.
Mengenai pengawasan, Munir mengklaim bahwa Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima telah mengecek beras di gudang pekan lalu, dan saat itu belum ada serangan hama. Ia menduga masalah terjadi karena:
“3 hari yang lalu ada masuk beras dari Mitra yang ternyata ada hama, sehingga hama masuk ke beras yang lain. Sekali lagi kami mohon maaf, kami janji akan tarik semua beras yang rusak,” pungkas Munir. (rif)
